Ketentuan Bantuan PKH

23 12 2010

ebagaimana dijelaskan pada Pendahuluan, PKH memberikan bantuan tunai kepada RTSM dengan mewajibkan RTSM tersebut mengikuti persyaratan yang ditetapkan program. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ketentuan penerima bantuan, persyaratan bantuan, besaran bantuan, dan resertifikasi.

2.1 Ketentuan Penerima Bantuan

Penerima bantuan PKH adalah RTSM yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM yang telah terpilih sebagai peserta PKH dan mengikuti ketentuan yang diatur dalam program.

Agar penggunaan bantuan dapat lebih efektif diarahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, bantuan harus diterima oleh ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (dapat nenek, tante/bibi, atau kakak perempuan). Untuk itu, pada kartu kepesertaan PKH akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga. Pengecualian dari ketentuan di atas dapat dilakukan pada kondisi tertentu dengan mengisi formulir pengecualian di UPPKH kecamatan yang harus diverifikasi oleh ketua RT setempat dan pendamping PKH. Ketentuan lebih lanjut diatur dalam Pedoman Operasional Kelembagaan.

Kepesertaan PKH tidak menutup keikutsertaan RTSM penerima pada program-program lainnya.

2.2 Kewajiban Penerima PKH

Kewajiban RTSM penerima PKH adalah sebagai berikut:

2.2.1 Berkaitan Dengan Kesehatan

RTSM yang ditetapkan sebagai peserta PKH diwajibkan melakukan persyaratan berkaitan dengan kesehatan jika terdapat anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Apabila terdapat anak usia 6 tahun yang telah masuk sekolah dasar, maka RTSM tersebut mengikuti persyaratan berkaitan dengan pendidikan. Peserta PKH dengan anak usia 0-6 tahun dan/atau ibu hamil akan menerima bantuan uang tunai dan anggota keluarga RTSM diwajibkan mengikuti persyaratan seluruh protokol pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan. Rincian rincian protokol pelayanan kesehatan dan rincian besarnya uang tunai disajikan pada tabel 3 dan tabel 4 berikut.

Tabel 3. Protokol Pelayanan Kesehatan bagi Peserta PKH

Anak usia 0-6 tahun: 

  • Anak usia 0–11 bulan harus mendapatkan imunisasi lengkap (BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B) dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan.
  • Anak usia 6-11 bulan harus mendapatkan Vitamin A minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
  • Anak usia 12–59 bulan perlu mendapatkan imunisasi tambahan dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap 3 (tiga) bulan.
  • Anak usia 5-6 tahun ditimbang berat badannya secara rutin setiap 3 (tiga) bulan untuk dipantau tumbuh kembangnya dan atau mengikuti Program Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini (PPAUD/Early Childhood Care Education) apabila di lokasi/posyandu terdekat terdapat fasilitas PPAUD.
Ibu hamil dan ibu nifas: 

    • Selama kehamilan, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan sebanyak 4 (empat) kali dan mendapatkan suplemen tablet Fe.
    • Ibu melahirkan harus ditolong oleh tenaga kesehatan.
    • Ibu nifas harus melakukan pemeriksaan/diperiksa kesehatannya setidaknya 2 (dua) kali sebelum bayi berusia 28 hari.

2.2.2 Berkaitan Dengan Pendidikan

RTSM yang ditetapkan sebagai peserta PKH diwajibkan melakukan persyaratan berkaitan dengan pendidikan jika terdapat anak yang berusia 6-15 tahun. Peserta PKH ini diwajibkan untuk mendaftarkan anaknya ke SD/MI atau SMP/MTs (termasuk SMP/MTs terbuka) dan mengikuti kehadiran di kelas minimal 85 persen dari hari sekolah dalam sebulan selama tahun ajaran berlangsung.

Jika dalam RTSM terdapat anak antara usia 15 sampai dengan 18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar, maka RTSM tersebut dapat menjadi peserta PKH apabila anak tersebut didaftarkan ke sekolah terdekat atau mengambil pendidikan kesetaraan (Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, atau Pesantren Salafiyah yang menyelenggarakan program Wajar Pendidikan Dasar 9 tahun) dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila anak yang bersangkutan bekerja/pekerja anak, maka sekolah terdekat memfasilitasi program remedial untuk mempersiapkannya mengikuti pelajaran. Apabila anak dengan usia tersebut di atas masih buta aksara, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan keaksaraan fungsional di fasilitas terdekat.

Apabila dalam RTSM peserta PKH terdapat ibu hamil/nifas dan/atau anak dengan usia kurang dari 15 tahun (atau antara usia 15-18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar) tetap dapat menerima uang tunai sesuai ketentuan yang berlaku dengan memenuhi kewajiban terkait dengan kesehatan dan pendidikan.

Rincian besarnya uang tunai berkaitan dengan pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.

2.3 Besaran Bantuan

Besaran bantuan untuk setiap RTSM peserta PKH mengikuti skenario bantuan yang disajikan pada tabel 4 berikut:

Tabel 4. Skenario Bantuan PKH

Skenario Bantuan Bantuan per RTSM per tahun
Bantuan tetap Rp. 200.000
Bantuan bagi RTSM yang memiliki: 

  1. Anak usia di bawah 6 tahun
  2. Ibu hamil/menyusui
  3. Anak usia SD/MI
  4. Anak usia SMP/MTs
 

Rp. 800.000

Rp. 800.000

Rp. 400.000

Rp. 800.000

Rata-rata bantuan per RTSM Rp. 1.390.000
Bantuan minimum per RTSM Rp. 600.000
Bantuan maksimum per RTSM Rp. 2.200.000

Catatan:

  • Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM dengan anak di bawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak.
  • Besar bantuan adalah 16% rata-rata pendapatan RTSM per tahun.
  • Batas minimum dan maksimum adalah antara 15-25% pendapatan rata-rata RTSM per tahun.

Dengan adanya perbedaan komposisi anggota keluarga RTSM, maka besar bantuan yang diterima setiap RTSM akan bervariasi. Contoh variasi besar bantuan, baik per tahun maupun per Kwartal, berdasarkan komposisi anggota keluarga dapat dilihat pada tabel 5. Apabila besar bantuan yang diterima RTSM melebihi batas maksimum yang ditetapkan sebagaimana digambarkan pada contoh 7 tabel 5, maka untuk dapat menjadi peserta PKH seluruh anggota RTSM yang memenuhi persyaratan harus mengikuti ketentuan PKH.

Apabila peserta tidak memenuhi komitmennya dalam satu Kwartal, maka besaran bantuan yang diterima akan berkurang dengan rincian sebagai berikut:

  1. Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmen dalam satu bulan, maka bantuan akan berkurang sebesar Rp 50,000,-
  2. Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmen dalam dua bulan, maka bantuan akan berkurang sebesar Rp 100,000,-
  3. Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmen dalam tiga bulan, maka bantuan akan berkurang sebesar Rp 150,000,-
  4. Apabila peserta PKH tidak memenuhi komitmen dalam 4 bulan berturut-turut, maka tidak akan menerima bantuan dalam satu periode pembayaran.

Ketentuan di atas berlaku secara tanggung renteng untuk seluruh anggota keluarga penerima bantuan PKH.

Tabel 5. Variasi Komposisi Anggota Keluarga dan Jumlah Bantuan

Contoh Komposisi Anggota RTSM Jumlah bantuan maksimum per tahun (Rp) Jumlah bantuan maksimum per triwulan (Rp)
Contoh 1 1 anak atau lebih usia 0-6 tahun 1,000,000 333,000*)
Contoh 2 1 anak atau lebih usia 0-6 tahun dan ibu hamil 1,000,000 333,000*)
Contoh 3 ibu hamil tanpa anak 1,000,000 333,000*)
Contoh 4 1 anak SMP dan 2 anak SD usia 6-15 tahun dan terdaftar di sekolah 1,800,000 600,000
Contoh Komposisi Anggota RTSM Jumlah bantuan maksimum per tahun (Rp) Jumlah bantuan maksimum per triwulan (Rp)
Contoh 5 anak usia 0-6 tahun dan 3 anak SD 2,200,000 733,000*)
Contoh 6 anak usia 0-6 tahun dan 1 anak SD dan 1 anak SMP 2,200,000 733,000*)
Contoh 7 anak usia 0-6 tahun, 2 anak SMP; atau 1 anak SMP dan lebih dari 4 anak SD; atau anak usia 0-6 tahun dan 2 anak SD dan 1 anak SMP; atau kombinasi lain yang melebihi batas maksimum bantuan 2,200,000 733,000*)

*) Sisa Rp. 1.000,- (seribu rupiah) akan diakumulasikan pada pembayaran terakhir.

Besaran bantuan dan berbagai ketentuan di atas akan dievaluasi dan disesuaikan terhadap perkembangan yang ada.

2.4 Resertifikasi

Kepesertaan RTSM dalam PKH diharapkan akan membawa perbaikan pendapatan dan kualitas anak-anak RTSM tersebut. Dengan demikian, RTSM tersebut tidak akan selamanya menjadi peserta atau penerima bantuan PKH. Untuk itu, dalam rancangan PKH disusun exit strategy yang dilakukan melalui resertifikasi.

Resertifikasi adalah proses evaluasi status kepesertaan PKH untuk menentukan apakah peserta masih layak atau tidak sebagai penerima bantuan. Untuk melakukan resertifikasi, pelaksana program akan mendatangi peserta PKH dengan melihat secara langsung kondisi mereka dan mengajukan pertanyaan seperti pada saat registrasi awal, yaitu antara lain informasi dasar kepesertaan (nama, alamat, umur dan jenis kelamin), kondisi ekonomi peserta (pekerjaan saat ini, tempat bekerja dan penghasilan yang diterima), status pendidikan anggota keluarga (orang tua dan anak-anak), kondisi tempat tinggal dan sebagainya. Data yang diperoleh dari hasil resertifikasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan keberlanjutan kepesertaan dalam PKH.

Proses resertifikasi dilakukan setiap tiga tahun, sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali selama kepesertaan suatu RTSM dalam PKH. Tahap resertifikasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Resertifikasi pertama dilakukan ketika kepesertaan PKH berlangsung selama 3 tahun. Apabila hasil resertifikasi tahap ini menunjukan bahwa suatu RTSM masih berstatus miskin, maka RTSM tersebut akan tetap menerima bantuan. Namun apabila hasil resertifikasi mengindikasikan bahwa RTSM sudah mampu, maka status kepesertaan PKH akan dihentikan. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa pada resertifikasi pertama baru sekitar 15 persen dari total penerima bisa keluar dari program.
  • Resertifikasi tahap kedua dilakukan ketika kepesertaan PKH berlangsung sampai dengan 6 tahun. Jika dalam resertifikasi tahap kedua suatu RTSM masih dalam status miskin, maka rumah tangga tersebut akan dikoordinasikan untuk bergabung dengan program perlindungan sosial lainnya, seperti antara lain asuransi kesejahteraan sosial (Askesos), program pemberdayaan keluarga fakir miskin, program pemberdayaan masyarakat, dan program-program pembangunan lainnya yang terkait. Sedangkan jika hasil resertifikasi mengindikasikan peserta sudah tidak miskin, maka mereka secara otomatis akan keluar dari status kepesertaan PKH.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: